Rabu, 06 Desember 2017

Patah Hati

Patah hati, ya patah hati yang kata Pidibaiq hanyalah kalimat saja padahal aslinya tidak.

Tanggal 6 Desember 2017 tepat kurasakan patah hati. Seseorang yang kucintai menjadikan tanggal 6 itu sebagai hari cinta nya, dengan yang lain.

Ya aku memang sudah tak punya hubungan dengan dia. Selang satu hari setelah dia mengakhiri hubungan, dia sudah punya lagi. 

Sakit, kalo mau dipandang dari sudut lain memang aku berada di posisi yang beruntung karena aku bisa lepas dari orang yang salah. Tapi sekuat-kuatnya aku kalo untuk masalah hati bila disakiti tentu akan terasa sakit.

Aku memang tak memungkiri sakit yang kurasakan. Hatiku tak tergores, juga tak berdarah. Mataku juga tak menangis. Tapi kesedihan bukan terlihat oleh mata, sakit itu dirasakan. Seperti yang kurasakan sekarang


.

Malam sunyi, jam berdetak
Tak bersuara, hanya hati yang sedang merasa.
Merintih kesakitan akan kejamnya kenyataan
Serasa tak sanggup lagi bila mentari esok menyapa
Aku tau bahwa yang kurasa akan hilang seiring waktu.
Tapi itu bukan sekarang, sekarang aku sedang merasakan nya.
Aku tak bisa dan tak tau menghilangkan nya.
Aku hanya bisa 'menikmatinya'...
Ya, menikmatinya...

Sabtu, 11 November 2017

Malam


Malam sunyi. 
Hamparan kosong yang diisi oleh detakan jam dinding.. juga suara hati ini. Malam adalah tempat dimana semua impian dan kenangan berserakan, kita tinggal memilihnya. Mau bermimpi tentang seuatu keinginan dan berbuah manis, atau mengenang sesuatu yang telah terjadi dengan rasa rindu tentu nya. 
Malam ketika enggan aku meninggalkan kehidupan. Ketika mata telah lelah tapi otak masih ingin tersadar. Malam selalu bisa menemani rasa sepi, tempat menikmati kesendirian. Malam oh malam.